Hidup itu sebuah pilihan..
Kadang kita harus memilih antara "melupakan" atau "di lupakan".
Mungkin "melupakan" adalah hal yg paling sulit dilakukan menurut banyak org.
Tapi tanpa org2 itu menyadari, sebener nya mungkin lebih mudah "melupakan" dari pada "di lupakan".
Ibarat nya orang yg "melupakan" hanya perlu berusaha keras untuk pergi dari hidup org yg "di lupakan" dan mencampakkan nya tanpa harus peduli dengan apa yg di rasakan oleh org yg "di lupakan" itu.
Kemudian org yg "melupakan" setelah berhasil melupakan org yg "di lupakan" akan tetap menjalani hidupnya dengan normal tanpa tau apa yg terjadi pada "di lupakan".
Sedangkan "di lupakan" harus merasa seakan tersisih, terbuang, tak berguna, tersiasiakan, dan msh banyak lagi perasaan terluka lainnya yg di rasakan nya yg tidak bisa di luangkan dengan kata2..,yg paling utama adalah IA MERASA DIRINYA TIDAK DIBUTUHKAN.
Selain hal itu yg terjadi pada "di lupakan" mungkin pada akhirnya dia akan menjadi org yg penutup dan menutup dirinya tanpa terkecuali pada siapa pun.
Dan bila "di lupakan" tidak menjadi org yg penutup, dia akan menjadi org yg memiliki trauma mendalam dan menjadi org yg kurang bersahabat dengan org lain.
Jadi mana yang lebih berat?"di lupakan" atau "melupakan"?
Suatu saat yang tak mengert akan mengerti dan yang tak menyadari nya akan menyadarinya..
-refisi 04/09/2007 8:48 pm-
No comments:
Post a Comment